Kurun enam tahun, 3799 kasus kekerasan seksual dirujuk ke Pengadilan Tinggi Fiji

Kekerasan Seksual
 Pj DPP John Rabuku (paling kanan) pada Konferensi Jaksa Agung ke-25 di Denarau, Nadi. –Jubi/fijitimes.com

Jayapura, Jubi- Sebanyak 3799 pelanggaran seksual telah dicatat dan dirujuk ke Pengadilan Tinggi oleh Kejaksaan sejak Oktober 2017 hingga Oktober 2023 dengan 1745 terdakwa didakwa atas kekerasan  seksual. Melibatkan 1654 korban.

Berbicara pada Konferensi Jaksa Agung ke-25 di Denarau, Plt DPP John Rabuku mengatakan dari 1.654 korban, 1.102 di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

“Pada tahun 2016, ODPP mulai mempublikasikan statistik jumlah kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual serius di seluruh Fiji,” kata Rabuku sebagaimana dikutip jubi dari fijitimes.com.fj, Senin (11/12/2023)

“Sekarang kami juga mempublikasikan statistik sehubungan dengan pelanggaran non-seksual serius lainnya,”katanya..

“Kami mulai mempublikasikan statistik ini agar masyarakat mengetahui sejauh mana masalahnya,”.

“Ada 750 pelanggaran yang terjadi dalam hubungan rumah tangga atau dimana pelakunya dikenal oleh korban,” kata Rabuku.

“Statistik kami pada November 2023 menunjukkan ada 29 orang yang didakwa dengan total 60 tuduhan pelanggaran seksual di November saja,”tambahnya.

“Ada 44 kasus pemerkosaan, empat kasus percobaan pemerkosaan, satu kasus penculikan dengan maksud untuk melakukan pemerkosaan, satu kasus pornografi yang melibatkan anak di bawah umur, satu kasus penyerangan tidak senonoh, dan delapan kasus kekerasan seksual,”katanya.

“Ini adalah kasus-kasus yang sudah masuk ke ODDP, belum termasuk kasus-kasus yang masih didalami polisi.”katanya.

Ia mengatakan, total pada bulan November tahun ini ada 27 korban, 12 di antaranya adalah anak-anak.(*)

 

 

Komentar
banner 728x250