Dunia  

Mitra dan kategori baru untuk penghargaan Pers HAM di Asia

Pengungsi
Ilustrasi Pengungsi, Anak-anak Nduga yang hidup di pengungsian di Distrik Muliama, Jayawijaya akibat dari konflik bersenjata di wilayah pegunungan tengah Papua. - Jubi/Yuliana Lantipo

Bangkok, Jubi – The Foreign Correspondents Club atau perkumpulan jurnalis asing di Thailand dan Taiwan telah bergabung dengan Human Rights Watch serta Walter Cronkite School of Journalism di Arizona State University guna menyelenggarakan Human Rights Press Awards atau penghargaan Pers Hak Asasi Manusia untuk peliputan di Asia. Demikian diumumkan oleh organisasi-organisasi tersebut pada Jumat (8/12/2023).

Human Rights Press Awards juga akan memiliki kategori baru untuk memberi penghargaan bagi peliputan terbaik bernama “Newsrooms in Exile” atau “Ruang Redaksi di Pengasingan”

Kemitraan yang diperluas dan kategori baru ini mencerminkan semakin meningkatnya tantangan dan realitas baru dalam peliputan hak asasi manusia di Asia, di mana semakin banyak jurnalis tidak lagi dapat bekerja dengan aman di negara asal mereka.

“Kami membuat kategori ‘Newsrooms in Exile’ untuk memberi penghargaan kepada banyak jurnalis pemberani yang telah meliput tentang hak asasi manusia di negara mereka dari jarak jauh, karena sudah tidak lagi aman bagi mereka untuk melakukannya di negara mereka sendiri,” kata Tirana Hassan, Direktur Eksekutif Human Rights Watch dalam rilis media yang diterima Jubi pada Senin (11/12/2023).

“Peran mereka dalam mengungkap kebenaran menjadi lebih penting dari yang masa-masa sebelumnya,” kata Tirana Hassan.

Human Rights Press Awards punya sejarah panjang dan terhormat sebagai penghargaan atas peliputan yang luar biasa tentang isu-isu hak asasi manusia di Asia. Penghargaan ini sebelumnya diselenggarakan oleh Foreign Correspondents’ Club di Hong Kong. Tetapi, setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang sangat ketat di Hong Kong pada Juni 2020, yang berujung pada penutupan setidaknya sembilan kantor media di sana, penghargaan ini dihentikan sementara.

Human Rights Watch dan Arizona State University mengambil alih tanggung jawab pemberian penghargaan tersebut pada tahun 2022, dan Taiwan Foreign Correspondents’ Club (TFCC) dan Foreign Correspondents’ Club of Thailand (FCCT) bergabung untuk bersama-sama mengelola penghargaan tersebut untuk tahun 2023.

penghargaan
Imigran etnik Rohingnya yang terdiri dari pria dan wanita dewasa hingga anak-anak, tampak terkulai lemas. Mereka memilih tidur-tiduran di lobi kantor Gubernur Aceh sembari menunggu keputusan di mana mereka akan ditempatkan. – Antara/Irwansyah Putra

“Perluasan koalisi mitra kami ini membawa kami lebih jauh lagi dalam upaya menjadikan Human Rights Press Awards sebagai penghargaan tertinggi bagi peliputan hak asasi manusia yang luar biasa di dunia,” ujar Battinto L. Batts Jr. dekan Cronkite School.

“Cronkite School dengan bangga memainkan peran kunci dalam upaya penting ini,” ujar Cronkite School.

Human Rights Press Awards ini bertujuan untuk menumbuhkan penghormatan pada hak-hak dasar masyarakat dan memusatkan perhatian pada berbagai ancaman terhadap kebebasan-kebebasan tersebut. Panitia penghargaan ini menerima ratusan karya setiap tahun dari seluruh Asia. Pada tahun-tahun sebelumnya, ada 16 kategori. Namun, untuk tahun 2024, penyelenggara telah merampingkan jumlah kategori menjadi tujuh, termasuk kategori “Newsrooms in Exile”.

Para pemenang sebelumnya adalah jurnalis Filipina dan pemenang Hadiah Nobel, Maria Ressa, dan jurnalis foto Los Angeles Times kelahiran Malaysia, Marcus Yam, pemenang Hadiah Pulitzer untuk fotografi berita.

“Thailand adalah garda terdepan bagi para jurnalis pemberani Myanmar yang terpaksa meninggalkan negara itu menuju pengasingan demi menghindari penindasan oleh junta militer Myanmar setelah kudeta Februari 2021, sehingga sangat tepat jika Foreign Correspondents Club Thailand (FCCT) mengambil langkah untuk menghormati kerja keras mereka yang luar biasa melalui penghargaan ini,” ujar Lisa Martin, Presiden FCCT.

“Sebagai klub pers tertua yang berkiprah di Asia Tenggara, FCCT dengan bangga bergabung dengan koalisi penting ini untuk menghormati para jurnalis di seluruh Asia yang mengambil risiko besar untuk melaporkan kisah-kisah hak asasi manusia yang penting,” ujar Martin.

Taiwan Foreign Correspondents’ Club (TFCC) dan Foreign Correspondents’ Club of Thailand (FCCT) – telah menjadi rumah bagi semakin banyak jurnalis di pengasingan. “Taiwan telah tumbuh menjadi penghubung yang penting bagi para jurnalis yang meliput kawasan Asia Timur dan dunia yang berbahasa Mandarin. Karena kebebasan, keamanan, dan lokasinya, Taiwan menyediakan tempat berlindung bagi banyak koresponden Tiongkok serta menjadi basis bagi mereka yang meliput di berbagai wilayah di Asia,” kata Thompson Chau, Presiden TFCC.

“Kami bangga dapat bergabung dengan mitra-mitra kami yang terhormat untuk menjadi tuan rumah Human Rights Press Awards tahun 2023. Kategori baru – ‘Ruang Redaksi di Pengasingan’ ini menjelaskan banyak hal tentang kondisi jurnalisme di Asia saat ini, karena banyak reporter dan jaringan media yang berfokus di Tiongkok, termasuk Hong Kong, Myanmar, dan tempat lain terpaksa menjalankan pekerjaan mereka di luar negeri,” kata Thompson.

Pemenang tahun 2024 akan diumumkan pada 3 Mei 2024, pada Hari Kebebasan Pers Sedunia. Karya dapat dikirimkan secara daring di https://cronkite.submittable.com/submit/281186/human-rights-press-awards-2024. (*)

Komentar
banner 728x250